Bisnis

Tahun Lalu, Bank Jatim Salurkan Kredit Rp46,19 Triliun

Selasa, 07 Maret 2023 - 15:18 WIB

Penulis :

Redaksi
Tags : Bank Jatim, Kredit Bank jatim, UMKM
Tahun Lalu, Bank Jatim Salurkan Kredit Rp46,19 Triliun
Bank Jatim/Istimewa

Hukum & Bisnis (Jakarta) - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) berhasil menyalurkan kredit senilai Rp46,19 triliun sepanjang tahun 2022.

Direktur Keuangan, Treasury & Global Services Bank Jatim, Edi Masrianto menjelaskan kredit tersebut tumbuh 8,06 persen year on year (yoy) dari sebelumnya sebesar Rp42,75 triliun pada tahun 2021.

Peningkatan penyaluran kredit Bank Jatim, menurut Edi terjadi pada seluruh segmen, diantaranya kredit sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mengalami peningkatan 26,24 persen yoy atau tercatat Rp6,34 triliun hingga akhir 2022.

"Kemudian, kredit komersial meningkat 7,02 persen yoy atau tercatat Rp11,20 triliun, serta kredit sektor konsumsi meningkat signifikan, yang mana tumbuh 5,11 persen yoy atau tercatat Rp28,65 triliun," ujarnya.

Sementara itu,  Direktur IT & Digital Zulhelfi Abidin, menjelaskan pertumbuhan signifikan kredit pada sektor UMKM ditopang oleh penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai Rp 104,6 miliar selama 2022.

"Kinerja tersebut menunjukkan keberhasilan perseroan dalam mendukung program pemerintah dalam peningkatan UMKM melalui program KUR," jelasnya.

Dilihat dari kualitas kreditnya, kredit sektor UMKM juga terlihat bagus dengan komposisi NPL terendah yaitu 0,60 persen dibandingkan dengan sektor lainnya.

Pertumbuhan penyaluran kredit Bank Jatim, kata dia lagi, diikuti oleh perbaikan kualitas pinjaman, terlihat dari rasio Loan At Risk (LAR) yang melandai di angka 4,81 persen pada 2022, dari sebelumnya 6,57 persen pada tahun 2021.

Selain itu, rasio Non Performing Loan (NPL) Gross Bank Jatim juga ikut menurun di angka 2,83 persen, berbanding 4,48 persen pada tahun sebelumnya (yoy).

Dia menambahkan, penurunan rasio NPL dan LAR tersebut menunjukkan bahwa kualitas kredit Bank Jatim menjadi semakin sehat dan menjadi tanda adanya recovery dari beberapa sektor ekonomi.