Bisnis

Keren, Bos Pertamina Peringkat 17 Perempuan Berpengaruh di Dunia

Senin, 11 Oktober 2021 - 14:18 WIB

Penulis :

Redaksi
Tags : Nicke Widyawati, Pertamina
Keren, Bos Pertamina Peringkat 17 Perempuan Berpengaruh di Dunia
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati

Hukum & Bisnis (Jakarta) - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati terpilih sebagai salah satu dari 100 perempuan paling berpengaruh di dunia. Daftar ini dikeluarkan oleh oleh media terkemuka Majalah Fortune.

Tak tanggung-tanggung, Nicke berhasil menempati peringkat ke-17.

“Pengakuan ini merupakan bukti nyata besarnya kepercayaan internasional terhadap Pertamina yang terus bergerak mengantisipasi transisi energi,” kata Nicke dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/10/2021).

Bersama Nicke telah terpilih  sejumlah CEO global, di antaranya CEO GlaxoSmithKline Emma Walmsley peringkat pertama, CEO Ping An Group Jessica Tan peringkat kedua, CEO Banco Santander Ana Botin peringkat ketiga, dan CEO Macquarie Group Ltd Shemara R Wikramanayake peringkat keempat.

Berada di bawah Nicke, di antaranya President Global Foods & Refreshment Unilever Hanneke Faber peringkat ke-23, CEO Norsk Hydro Hilde Merete Aasheim peringkat ke-24, CEO P&G Alexandra Keith peringkat ke-37, dan CEO OCBC NISP Helen Wong peringkat ke-41.

Majalah Fortune Internasional mengakui prestasi Nicke  sebagai pimpinan tertinggi perusahaan energi di Indonesia yang telah terbukti dengan kemampuannya melewati tantangan triple shock. Yakni jatuhnya harga minyak, penurunan permintaan bahan bakar, dan tekanan nilai tukar yang dialami Pertamina selama pandemi tahun 2020.

Fortune menilai ketiga faktor itu telah menurunkan pendapatan dan laba Pertamina. Namun pada paruh pertama 2021, di bawah kepemimpinan Nicke, Pertamina menunjukkan kondisi lebih baik dengan mencapai target produksi minyak dan gas bumi.

“Bersama seluruh manajemen dan pekerja Pertamina, saya akan memastikan seluruh inisiatif strategis untuk mewujudkan green transition terus berlanjut dan mampu mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca antara 29-41 persen pada 2030,” papar Nicke.