Bisnis

Menhub: Sektor Transportasi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Jumat, 08 Oktober 2021 - 21:30 WIB

Penulis :

Redaksi
Tags : Menhub, Sektor Transportasi, Ekonomi Indonesia
Menhub: Sektor Transportasi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi/Istimewa

Hukum & Bisnis (Jakarta) - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan sektor transportasi mempunyai peran penting sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Transportasi merupakan pendorong pertumbuhan ekonomi dan tulang punggung proses distribusi barang maupun orang," kata Budi Karya dalam webinar "Analisis Lingkungan Ekonomi dan Bisnis Terhadap Disrupsi di Sektor Transportasi", Jumat (8/10/2021).

Menurut dia lagi, keberadaan infrastruktur transportasi juga memiliki peran sebagai pembuka isolasi wilayah sehingga mampu mendorong konektivitas.

Selain itu, lanjut Budi, infrastruktur transportasi menjadi salah satu aspek dalam meningkatkan daya saing produk nasional serta menopang perkembangan sebuah kota, seiring dengan urbanisasi yang terjadi di Indonesia.

Menhub menyampaikan, meski dalam kondisi pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2021 mencapai 7 persen.

Hal ini diraih berkat kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat untuk memulihkan perekonomian nasional, termasuk sektor transportasi.

Pembangunan infrastruktur sektor transportasi, kata dia lagi, dimaksudkan untuk meningkatkan konektivitas dan merangsang pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Tanah Air. 

"Dengan terjadinya konektivitas antar daerah diharapkan memacu pertumbuhan ekonomi, salah satunya karena membuat harga bahan pokok semakin terjangkau dan disparitas harga semakin terkendali," ujarnya.

Pada era disrupsi digital yang tengah berlangsung sekarang ini, Menhub mangatakan, sektor transportasi harus merespon dengan berbagai inovasi.

Salah satu adanya disrupsi adalah keberadaan transportasi berbasis daring (online) yang menawarkan pemesanan dan pembayaran yang lebih praktis dan murah.

"Disrupsi ini menciptakan pasar baru dan membuka lapangan kerja baru. Hal ini bisa mematahkan transportasi konvensional, sehingga kita harus melihat peluang dengan mengembangkan SDM, beradaptasi, dan berinovasi," tandasnya.