Berita

Lonjakan Covid-19 India Alarm Bagi Indonesia

Rabu, 21 April 2021 - 10:16 WIB

Penulis :

Redaksi
Tags : Covid-19, India
Lonjakan Covid-19 India Alarm Bagi Indonesia
Ilustrasi

Hukum & Bisnis (Jakarta) - Pemerintah India memutuskan untuk mengunci wilayah Ibu Kota New Delhi selama sepekan ke depan, mulai Senin (19/4/2021), menyusul lonjakan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 yang begitu masif.

Otoritas setempat melaporkan sebanyak 25.000 penduduk tertular SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 hanya dalam putaran waktu 24 jam pada Minggu (18/4/2021).

Melansir laporan dari situs Worldometers pada Selasa (20/4/2021), total kasus infeksi di India sudah mencapai 15.321.089 jiwa dengan laju angka kematian mencapai 180.550 jiwa. Sebanyak 13.108.582 orang di antaranya dinyatakan sembuh.

Berbagai pemberitaan media massa melaporkan situasi itu tidak lepas dari perilaku masyarakat India yang mulai acuh pada kepatuhan protokol kesehatan.

Lonjakan jumlah pasien COVID-19 di India terpaut sekitar delapan kali lipat lebih banyak bila dibandingkan dengan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia pada hari yang sama, mencapai 1.614.849 kasus dengan angka kematian mencapai 43.777 jiwa dan 1.468.142 sembuh.

Menurut Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Sonny Harry B. Harmadi, seperti dikutip Antara, lonjakan kasus di India merupakan "alarm" untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat Indonesia agar melakukan langkah antisipasi.

Alasannya, hingga saat ini masih ditemukan kemiripan karakteristik perilaku masyarakat pada beberapa daerah di Indonesia dalam hal kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

"Ini mulai agak kendor dalam dua pekan terakhir dan itu berbahaya, terbukti kasus di DKI Jakarta mulai naik," katanya.

Protokol kesehatan yang kendor di antaranya perilaku masyarakat yang rutin berkerumun, mulai tidak menggunakan masker dan sejumlah langkah antisipasi penularan COVID-19 lainnya.

Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dalam dua pekan terakhir, kasus aktif COVID-19 meningkat secara fluktuatif pada 5 April 2021 terdapat 6.075 kasus aktif dan sempat meningkat 6.884 kasus aktif pada 19 April 2021 karena aktivitas masyarakat yang mulai meningkat.