Hukum

Tingkatkan Pemahaman Hak Asasi Manusia, Polri-Komnas HAM Teken MoU

Selasa, 20 April 2021 - 22:35 WIB

Penulis :

Redaksi
Tags : Polri, Komnas HAM, Hak Asasi Manusia
Tingkatkan Pemahaman Hak Asasi Manusia, Polri-Komnas HAM Teken MoU
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dalam MoU Peningkatan Pemahaman HAM/Istimewa

Hukum & Bisnis (Jakarta) - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Komnas HAM menandatangai nota kesepahaman (MoU) tentang penegakan hak asasi manusia di Indonesia serta meningkatkan pemahaman anggota kopolisian tentang HAM.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, mengatakan semangat menjunjung tinggi HAM di Indonesia, maka seluruh personel Polri mulai dari tingkat prajurit hingga pimpinan bakal diberikan pemahaman soal menjaga hak asasi manusia.

"Pemahaman HAM akan diberikan kepada personel Polri mulai dari pelaksana sampai pimpinan. Sehingga di lapangan potensi pelanggaran HAM bisa dihilangkan," kata dia  dalam keterangan tertulis-nya yang diterima di Jakarta, Selasa (20/4/2021)

Menurut mantan Kadiv Propam Polri itu lagi, saat ini Korps Bhayangkara bakal berpegang teguh untuk menjaga HAM dalam menjalankan tugasnya dalam menciptakan Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas).

Untuk itu, Kapolri menyambut baik perpanjangan nota kesepahaman antara Komnas HAM dan Polri. MoU tersebut, kata dia lagi, juga jadi momentum untuk pertukaran dan dan informasi penggunaan Puslabfo dan Inafis Polri oleh Komnas HAM.

"Kerja sama yang ada bisa dimanfaatkan dan diperlukan untuk proses penyelidikan Komnas HAM seperti Inafis, Labfor dan lainnya," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyatakan, mengapresiasi Polri atas penandatanganan nota kesepahaman sebagai wujud nyata dari transparansi Polri.

Menurut Taufan, di era kepemimpinan Kapolri Sigit, Korps Bhayangkara saat ini semakin transparan dan lebih kooperatif dengan sesama lembaga maupun pihak eksternal.

"Kami merasakan ada komunikasi dan koordinasi yang baik maka kami sangat terbantu karena diberikan akses dan ruang yang cukup serta keterbukaan Polri," jelasnya.

Selain itu, lanjut Taufan, komunikasi di tingkat daerah sangat bagus. Dengan tantangan media dan keterbukaan maka kepolisian berani mendisiplinkan aparat yang salah merupakan suatu kemajuan.

"Adanya rekomendasi yang baik direspon dengan baik. Upaya yang dilakukan perkembangan kemajuan dalam bertugas sangat baik," tandasnya.