Berita

Terimbas Embargo, Kedatangan 100 Juta Vaksin Tidak Pasti

Kamis, 08 April 2021 - 16:16 WIB

Penulis :

Redaksi
Tags : Vaksin Covid-19, Budi Gunadi Sadikin
Terimbas Embargo, Kedatangan 100 Juta Vaksin Tidak Pasti
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Hukum & Bisnis (Jakarta) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, jadwal kedatangan 100 juta dosis vaksin COVID-19 menjadi tidak pasti. Hal ini menyusul kebijakan embargo di beberapa negara yang memroduksi vaksin.

"Jadi, ada 100 juta dosis vaksin yang sampai sekarang menjadi agak tidak pasti jadwalnya," kata Menkes dalam rapat kerja bersama dengan DPR, di Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Ia mengemukakan terdapat dua mekanisme mendatangkan vaksin. Yakni pertama, melalui mekanisme multilateral dengan GAVI sebanyak 54 juta dosis secara gratis. Kedua, vaksin Astrazeneca yang didatangkan dengan mekanisme bilateral melalui Bio Farma dan Astrazeneca sebanyak 50 juta.

GAVI adalah sebuah aliansi vaksin internasional yang menyediakan vaksin gratis bagi negara-negara yang memenuhi syarat

"Yang bermasalah pertama kali adalah COVAC/GAVI karena adanya embargo dari India, suplai vaksin Astrazeneca paling besar dari India sehingga mengalami hambatan," katanya.

GAVI-COVAX adalah vaksin produksi GAVI (Global Alliance for Vaccine and Immunization), yang bekerja sama dengan mitra aliansi United Nations Children's Fund (UNICEF) dan World Health Organization (WHO).

Dengan kondisi itu, kata Menkes, GAVI pun merealokasi vaksin. Indonesia yang seharusnya menerima 11 juta vaksin pada Maret-April hanya mendapat 1 juta, sedangkan sisanya ditunda di bulan Mei.

Kemudian pada pekan lalu, pihaknya juga mendapatkan informasi bahwa vaksin Astrazeneca dengan mekanisme bilateral pun berubah.

"Informasi terakhir yang kami terima dari Astrazeneca, yang tadinya rencananya semuanya dilakukan di 2021, mereka menyampaikan bahwa hanya bisa 20 juta vaksin di 2021 dan diundurkan 30 juta vaksin pada 2022," katanya.