Bisnis

Dukung Percepatan Pemulihan Ekonomi, Askrindo Siap Berdayakan UMKM

Rabu, 07 April 2021 - 19:25 WIB

Penulis :

Redaksi
Tags : Askrindo, Pemulihan Ekonomi, UMKM
Dukung Percepatan Pemulihan Ekonomi, Askrindo Siap Berdayakan UMKM
Graha Askrindo/Istimewa

Hukum & Bisnis (Jakarta) - PT Asuransi Kredit Indonesia, anggota Holding BUMN Perasuransian dan Penjaminan Indonesia Financial Group (IFG), berkomitmen untuk terus mendukung percepatan pemulihan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM.

Menurut Direktur Utama Askrindo Dedi Sunardi selama perjalanan 50 tahun, perusahaan telah melalui perjalanan yang tidak mudah, dengan berbagai tantangan dan dinamika persaingan yang dijalankan secara sehat.

"Manajemen terus berupaya melakukan transformasi budaya dan bisnis sebagai komitmen penerapan core values AKHLAK dalam aktivitas sehari-hari, dengan bekerja cerdas, fokus dan terarah sehingga Askrindo menjadi perusahaan terkemuka dan terpercaya," kata dia dalam acara HUT Askrindo ke-50 yang dirayakan secara virtual, Selasa (6/4/2021).

Dedi menyampaikan, tahun ini adalah momentum bagi perseroan untuk bangkit dan memberikan sumbangsih nyata bagi Indonesia saat perekonomian membutuhkan dorongan dari berbagai pihak dan sektor.

Manajemen menilai dengan aktivitas perekonomian yang beranjak pulih, pada tahun ini Askrindo akan mampu membukukan laba sebelum pajak sekitar Rp912 miliar, dengan pendapatan underwriting diperkirakan sebesar Rp4,1 triliun.

Sementara itu, Asisten Deputi bidang Asuransi dan Jasa Lainnya Kementerian BUMN Anindita Eka Wibisono menyatakan sejarah mencatat komitmen dan kontribusi Askrindo dalam pengembangan ekonomi Indonesia.

Kontribusi tersebut antara lain melalui produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah dimulai sejak 2007 hingga saat ini, asuransi umum dan juga program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang telah dimulai sejak pertengahan tahun 2020 hingga saat ini.

"Tahun lalu telah disetujui penyertaan modal negara (PMN), kami sangat berharap dengan suntikan modal ini mampu mendorong kinerja Askrindo ke depannya dan kami berharap solidaritas komisaris dan manajemen untuk mengembangkan portfolio bisnis yang sehat," tandasnya.