Hukum

Densus 88 Tangkap Lima Terduga Teroris

Sabtu, 23 Januari 2021 - 16:25 WIB

Penulis :

Redaksi
Tags : Densus 88, Teroris
Densus 88 Tangkap Lima Terduga Teroris
Ilustrasi

 

Hukum & Bisnis (Jakarta) - Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror telah mengamankan sebanyak 5 orang terduga teroris di Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy menjelaskan, kelima terduga teroris ditangkap di waktu dan lokasi yang berbeda.

"Penangkapan tersebut berlangsung di empat lokasi terpisah," kata Winardy di Banda Aceh, Sabtu (23/1/2021). 

Tempat teroris itu diamankan, sambung Winardy, pertama pada hari Rabu sekira pukul 19.45 WIB di Jalan Blang Bintang, Krueng Raya, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar. Di sana, Densus 88 berhasil mengamankan seorang berinisial RA (41) warga Langsa Kota dan inisial SA alias S (30) warga Banda Baro, Aceh Utara. 

Pada Kamis sekira pukul 10.00 WIB, petugas Densus 88 pun berhasil mengamankan terduga teroris berisial UM alias AZ alias TA (35) di Pasar Simpang 7 Ulee Kareng, Kecamatan Ulee Kareng. Dan juga sekitar pukul 20.00 WIB, giliran seorang berisial SJ alias AF (40) diamankan di Gampong Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa.

Sementara terakhir, terduga teroris berinisial MY (46) diamankan di Birem Puntong, Kec. Langsa Baro, Kota Langsa. 

"Kelima terduga teroris ini diduga terlibat dalam jaringan Bom Polrestabes Medan, dan juga terlibat dalam pembuatan bom jaringan teroris yang ditangkap di wilayah Riau," jelas Winardy. 

"Mereka juga berencana membuat Bom yang akan digunakan untuk aksi teror di wilayah Aceh, serta berencana berangkat ke Afghanistan untuk bergabung dengan kelompok Daulah ISIS," ungkapnya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan saat dilakukan penangkapan dari kelima terduga teroris adalah beberapa bahan pembuat bom, yakni 1 Kg Pupuk Kalium Nitrat, 250 gram The Organic Stop Actived Charcoal (Bubuk Arang Aktif), 1 botol (2000 pcs) peluru gotri silver cosmos 6mm, beberapa potongan pipa besi sebagai alat pembuatan dan isi bom.

Densus juga berhasil mengamankan beberapa dokumen seperti buku catatan sebagai penyampaian pesan yang berisi ancaman terhadap TNI/Polri, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh. 

"Paspor-paspor milik terduga teroris juga ditemukan untuk melaksanakan Hijrah ke Khurasan, Afghanistan. Kemudian beberapa buku kajian ISIS dan Tauhid serta Compact Disk dan Falsh Disk," tuturnya.

Selain itu, Densus juga berhasil mengamanu 3 buah HP Android dan 3 buah HP biasa dari berbagai merk yang digunakan terduga untuk berkomunikasi dengan jaringan dan kelompok teror. 

"Termasuk alat-alat digunakan dalam proses idad (latihan fisik persiapan aksi teror) berupa samsak tinju, besi dan busur panah, beberapa barbel besi," paparnya.

"Para terduga teroris saat ini masih proses pemeriksaan di Polda Aceh dan selanjutnya akan dibawa ke Mabes Polri Jakarta," pungkasnya.