OASE

Kucing Juga Terdampak Gempa Sulbar

Jumat, 22 Januari 2021 - 21:08 WIB

Penulis :

Redaksi
Tags : Gempa Sulbar, PDHI
Kucing Juga Terdampak Gempa Sulbar
Ilustrasi

Hukum & Bisnis (Jakarta) - Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat telah menangani 30 ekor kucing yang terdampak gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo yang melanda wilayah Kabupaten Majene dan Mamuju.

Koordinator Klinik Hewan Darurat Gempa Sulbar drh Ma'ruf, Jumat (22/1/2021) mengatakan, pada umumnya kucing yang dirawat di klinik hewan tersebut mengalami trauma psikis, yakni panik dan takut mendengar suara gemuruh yang menyebabkan terjadinya penurunan nafsu makan.

"Kami buka Klinik Hewan Darurat Gempa Sulbar ini pada hari kedua pascagempa. Pada hari pertama, kami melakukan 'broadcast' dan ternyata banyak warga yang terdampak gempa menanyakan stok pakan sehingga pada hari kedua kami buka klinik ini," terang Ma'ruf.

Selain di antar sendiri oleh para pemilik, Klinik Hewan Darurat Gempa Sulbar yang juga dibantu sejumlah relawan dari Cat Lover Sulteng dan Center for Orangutan Protection (COP), juga melakukan pencarian terhadap hewan peliharaan, baik kucing maupun anjing yang terjebak di reruntuhan bangunan yang ambruk akibat gempa.

"Sejak klinik ini kami buka, kami sudah menangani 30 kucing dari 26 pemilik yang terdampak gempa. Pada umumnya, kucing-kucing itu mengalami trauma psikis dan beberapa ekor mengalami trauma fisik," terang Ma'ruf.

Trauma psikis yang dialami kucing terdampak gempa kata anggota PDHI Sulselbar itu, yakni stres dan trauma yang menyebabkan penurunan nafsu makan, serta panik dan takut jika mendengar suara keras.

"Ada juga kucing yang mengalami gangguan saluran kencing akibat stres sehingga harus dikateter," tutur Ma'ruf.

Sementara, kucing yang mengalami trauma fisik kata dia, yakni patah tulang dan luka-luka akibat terkena reruntuhan bangunan yang ambruk.

"Ada empat ekor kucing yang dioperas iakibat mengalami trauma fisik, salah satunya harus diamputasi," terang Ma'ruf.