Bisnis

Menkop: UU Ciptaker Momentum Tumbuhkan UKM

Selasa, 24 November 2020 - 21:25 WIB

Penulis :

Redaksi
Tags : Menkop, UKM, UU Ciptaker
Menkop: UU Ciptaker Momentum Tumbuhkan UKM
Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki/Istimewa

Hukum & Bisnis (Jakarta) - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki menilai hadirnya UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Ciptaker) merupakan momentum untuk menumbuhkan usaha kecil dan menengah serta menaikkan kelas pelaku usaha mikro.

Menurut Teten, PR besar saat ini adalah bagaimana sekarang bisa menciptakan lapangan kerja dan yang eksisting saat ini 99 persen pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM. Dia juga menyebut penerima manfaat utama dari UU Ciptaker adalah UMKM. 

"Tinggal kita buktikan apakah memang dengan UU Ciptaker ini kita bisa melakukan scaling up terhadap usaha kecil dan menengah agar semakin banyak dan besar, supaya usaha mikro yang dikategorikan sebagai ekonomi subsisten semakin lama semakin berkurang," ujar Menkop UKM dalam seminar daring di Jakarta, Selasa (24/11/2020).

Kalau usaha kecil dan menengah tidak bertambah atau naik kelas, serta usaha besar juga tidak tumbuh, kata dia lagi, maka setiap tahun Indonesia akan menambah jumlah pelaku usaha mikro.

Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki jumlah angkatan kerja sekitar 3 juta per tahun, dan kalau angkatan kerja ini tidak diserap di sektor formal maka jumlah angkatan kerja tersebut bisa menjadi pelaku usaha mikro semua.

"Dengan demikian persaingan usaha di level mikro akan semakin besar dan berat, karena itu kita perlu mendorong strategi bagaimana usaha kecil dan menengah tumbuh serta juga bertambah," ujarnya.

Dia juga menyebutkan, semua pihak mengetahui bahwa UU Ciptaker memberikan manfaat begitu besar bagi UMKM untuk tumbuh berkembang, dan ini dinilai sebagai sebuah kemajuan dalam regulasi di mana pemerintah memberikan dukungan atau komitmen politik yang sangat besar untuk mendorong UMKM kita tumbuh pesat.

Teten juga aberharap hadirnya UU Ciptaker, akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja karena Indonesia memiliki tingkat pengangguran yang sangat tinggi di mana saat ini dengan tingkat pengangguran terbuka sekitar 7,7 persen.

Sementara itu, dari sisi lain rasio kewirausahaan Indonesia dikatakan Teten masih cukup sedikit, yakni sekitar 34,7 persen, jumlah ini berada di bawah negara-negara lain seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia.