Hukum

Soal Calon Kapolri, Komisi III: Polri Bukan Lembaga Dakwah

Selasa, 24 November 2020 - 15:20 WIB

Penulis :

Redaksi
Tags : Calon Kapolri, Komisi III
Soal Calon Kapolri, Komisi III: Polri Bukan Lembaga Dakwah
Ilustrasi

Hukum & Bisnis (Jakarta) - Tidak lama lagi, masa bakti kepemimpinan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Idham Azis, akan berakhir pada Januari 2021 mendatang. 

Bahkan, akhir-akhir ini telah terdapat beberapa nama perwira tinggi Polri berpangkat Komisaris Jenderal (komjen) dan Inspektur Jenderal (Irjen) pun disebut menjadi calon kuat untuk menduduki jabatan Kapolri mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni menyatakan, calon Kapolri tidak harus beragama Islam, karena polri bukanlah lembaga dakwah.

"Polri bukan lembaga dakwah, Polri adalah instrumennya negara untuk kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat). Jadi, menurut saya, enggak masalah selama kapabilitasnya bagus," kata Sahroni, Selasa (24/11/2020).

Pernyataan Sahroni tersebut, sejalan dengan syarat Kapolri sebagaimana diatur di dalam Undang-undang 2 Tahun 2002 tentang Polri. Pasal 11 regulasi itu menyatakan bahwa Kapolri diangkat dan diberhentikan oleh presiden dengan persetujuan DPR RI. Di pasal yang terdiri dari delapan ayat itu pun tidak mensyaratkan agama yang harus dianut oleh seorang calon Kapolri.

Pasal 11 ayat (6) hanya menyatakan bahwa calon Kapolri adalah Pati Polri yang masih aktif dengan memperhatikan jenjang kepangkatan dan karier.

Sementara diketahui, nama Calon Kapolri yang ada diantaranya Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Irwasum Komjen Agung Budi Maryoto, Kabaharkam Komjen Agus Andrianto, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, Kabaintelkam Komjen Rycko Amelza Dahniel, Kalemdiklat Komjen Arief Sulistyanto. Kemudian Kepala BNPT Boy Rafli Amar, Wakil Kepala BSSN Komjen Dharma Pongrekun, Ketua KPK Firli Bahuri, Sekretaris Utama BIN Komjen Bambang Sunarwibowo, serta Irjen Kemenkumham Komjen Andap Budhi Revianto.

Sementara di jajaran polisi berpangkat irjen, dikabarkan terdapat tiga nama yaitu Kapolda Metro Jaya Muhammad Fadil Imran, Kapolda Jawa Tengah Ahmad Luthfi, serta Kapolda Jawa Barat Ahmad Dofiri. Namun, tiga pati Polri berpangkat irjen ini harus naik pangkat menjadi komjen lebih dahulu untuk bisa bersaing dalam bursa calon Kapolri pengganti Idham.