Perkara

Medical Check Up, Jadi Alasan Soenarko Batal Penuhi Penggilan Bareskrim

Jumat, 16 Oktober 2020 - 16:15 WIB

Penulis :

Redaksi
Tags : Soenarko, Bareskrim
Medical Check Up, Jadi Alasan Soenarko Batal Penuhi Penggilan Bareskrim
Mantan Danjen Kopassus, Soenarko/Istimewa

Hukum & Bisnis (Jakarta) - Mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko tidak memenuhi panggilan pemeriksaan yang dijadwalkan Bareskrim Polri pada Jumat ini, (16/10/2020).

Hal itu diutarakan Kuasa hukum Soenarko, Firman Nurwahyu, menurut dia, pihaknya juga telah menjelaskan alasan tersebut kepada penyidik.

"Dalam pertemuan tersebut, kami juga menyampaikan perihal kondisi kesehatan klien kami, saat ini beliau sedang melaksanakan medical check up disalah satu rumah sakit swasta di Jakarta, ya maklum karena usia beliau sudah 67 tahun," kata Firman kepada wartawan.

Rencananya, lanjut Firman, penyidik akan menjadwalkan pemeriksaan kembali kepada Soenarko pada Senin 19 Oktober 2020 mendatang. 

Firman pun memastikan, kliennya akan hadir dalam pemeriksaaan nanti.

"Kami akan hadir kembali pada hari Senin, tanggal 19 Oktober 2020, pukul 10.00 WIB bersama klien kami guna memberikan keterangan perihal apa yang menjadi pokok pemanggilan tersebut," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap tersangka Soenarko awalnya dijadwalkan oleh penyidik hari ini pukul 10.00 WIB.

Namun menurut dia, penasihat hukum tersangka \mengajukan surat permohonan kepada penyidik untuk menjadwal ulang agenda pemeriksaan untuk kliennya karena sedang melakukan medical check up di RSPI.

Pemanggilan Mayjen TNI (Purn) Soenarko ini, menurut Sambo untuk dimintai keterangan tambahan sebagai tersangka terkait kasus dugaan tindak pidana kepemilikan senjata api ilegal yang menjeratnya pada 2019.

Soenarko sendiri ditetapkan sebagai tersangka karena dinilai mengancam keamanan nasional terkait senjata yang dimiliki dan diduga akan digunakan dalam aksi 22 Mei 2019.

Soenarko kemudian sempat ditahan, namun polisi mengabulkan permohonan penangguhan penahanan Soenarko yang diajukan dengan penjamin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto serta 102 orang purnawirawan TNI/Polri.