Sosok

Ricardo Simanjuntak, Caketum Peradi: Regenerasi Harus Ada di Tubuh Peardi

Rabu, 07 Oktober 2020 - 11:07 WIB

Penulis :

Redaksi
Tags : Peradi, Munas, Caketum
Ricardo Simanjuntak, Caketum Peradi: Regenerasi Harus Ada di Tubuh Peardi
Ricardo Simanjuntak/Istimewa

Hukum & Bisnis (Jakarta) - Meski kekisruhan terjadi di tubuh organisasi Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Sang calon ketua umum Ricardo Simanjuntak menyatakan mengikuti Munas ke III organisasi advokat tersebut.

Maklum, selama ini Ricardo mengharapkan adanya proses regenerasi yang fair di tubuh Peradi, karena Peradi bukan hanya milik satu kubu tetapi milik semua anggotanya. 

"Apapun yang menjadi perdebatan dan dasar dari Munas Peradi yang akan diselenggarakan pada 7 Oktober 2020 ini, saya tetap akan mengikuti. Kita selama ini telah berupaya mengharapkan adanya proses regenerasi Peradi yang fair," kata dia di Jakarta, Kamis (7/10/2020).

Untuk mencapainya, Ke depan, ditekankan Ricardo, harus ada proses pencalonan para kandidat ketua umum yang terbuka yang diselenggarakan oleh panitia pemilihan independen, seperti dengan menggelar kampanye terbuka dan juga debat terbuka. 

"Itu harus dilakukan secara independen dan fair. Itulah proses demokrasi yang saya tahu telah berjalan selama ini, bahkan untuk memilih lurah dan RT seperti itu," jelasnya. 

Selain itu dia juga berharap dapat menyatukan Peradi yang kini terbelah, dia mengklaim punya solusi konkret terkait hal ini.

Bahkan, Ricardo telah bergerak untuk menyatukan tiga Peradi. Salah satunya yaitu menghubungkan para petinggi Peradi untuk duduk bersama. 

“Saya datangi Bang Juniver (Girsang), Bang Luhut (MP Pangaribuan), saya datangi Bang Fauzie (Yusuf Hasibuan), Bang Otto (Hasibuan) dan saya pertemukan, dan saya pastikan kalau bukan saya itu mereka tidak bisa ketemu," jelasnya.

Terakhir, Ricardo mengungkapkan harapannya untuk para advokat, menurut dia advokat harus terus berkembang, karena memiliki peran yang lebih luas dalam menciptakan keadilan hukum yang sebenarnya. 

"Sabagai bagian Caturwangsa, advokat sebenarnya memiliki peran terluas dalam upaya pembentukan dan perjuanghan akan tegaknya keadilan dan kepastian hukum bagi semua pencari keadilan," tegasnya.

Advokat, kata dia,  berbeda dengan polisi, jaksa dan hakim yang memiliki fungsi dan tugas terbatas, advokat dalam penanganan tindak pidana misalnya, memiliki kewenangan untuk membela/ mendampingi kliennya.

"Hal itu terjadi tidak hanya di ranah penyidikan, penyelidikan, dan penuntutan," tandasnya.