Makro

Baru Minus Satu Kali, Sri Mulyani: Indonesia Belum Resesi

Rabu, 05 Agustus 2020 - 23:05 WIB

Penulis :

Akni Pamedang
Tags : Resesi, Sri Mulyani
Baru Minus Satu Kali, Sri Mulyani: Indonesia Belum Resesi
Menteri Keuangan Sri Mulyani

Hukum & Bisnis (Jakarta) - Indonesia belum resesi karena baru satu kali mengalami pertumbuhan ekonomi minus. Sebuah negara dikatakan resesi bila mengalami pertumbuhan minus dua kali berturut-turut.

"Sebetulnya kalau dilihat dari tahun ke tahun belum resesi, karena baru pertama kali mengalami kontraksi," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam jumpa pers KSSK di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Sri Mulyani menjelaskan syarat suatu negara mengalami resesi ekonomi adalah menghadapi pertumbuhan ekonomi negatif selama dua triwulan berturut-turut secara tahun ke tahun.

"Biasanya resesi untuk dua kuartal berturut-turut, jadi dalam hal ini, kuartal dua baru pertama kali kontraksi. Ini menjadi pemicu agar pada kuartal 3 dan 4 tidak negatif dan terhindar dari zona negatif," ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah bersama BI, OJK maupun pemangku kepentingan terkait terus berupaya untuk mendorong percepatan stimulus maupun insentif yang sudah direncanakan agar ekonomi kembali menggeliat.

"Triwulan empat kita berharap bisa meningkat mendekati tiga persen. Kalau itu terjadi maka keseluruhan tahun bisa terjaga di zona positif, minimal 0-1 persen," katanya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi terkontraksi pada level negatif untuk pertama kalinya sejak triwulan I-1999, setelah perekonomian pada triwulan II-2020 tumbuh negatif 5,32 persen.