Korporasi

Hasil Investigasi, KreditPlus Akui Ada Pencurian Data

Rabu, 05 Agustus 2020 - 09:47 WIB

Penulis :

Redaksi
Tags : KreditPlus, Kebocoran Data

Hukum & Bisnis (Jakarta)  - Platform digital pembiayaan, KreditPlus mengakui ada pencurian data konsumen.

"Hasil investigasi sementara kami menunjukan adanya tindakan pencurian data oleh pihak ketiga yang tidak berwenang terkait informasi konsumen KreditPlus," kata Direktur KreditPlus, Peter Halim, dalam keterangannya, Rabu (5/8/2020).

Perusahaan  berkomitmen untuk  menginvestigasi sistem internal setelah muncul pemberitaan data nasabah mereka bocor. Hasil investigasi menyebutkan,  ada pencurian data.

Peter mengatakan mereka saat ini sudah menggunakan jasa konsultan keamanan siber eksternal untuk investigasi lebih dalam soal dugaan data bocor.

Perusahaan tersebut belum menyebutkan apakah data yang dibobol berjumlah sekitar 896.000 seperti yang muncul di pemberitaan.

"Proses investigasi oleh konsultan cyber security eksternal tersebut saat ini masih berlangsung," kata Peter.

"KreditPlus juga bekerjasama dengan pihak berwenang dalam investigasi tersebut untuk memastikan agar data pribadi konsumen aman dan terlindungi".

KreditPlus berjanji segera melaporkan kejadian ini kepada Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Perusahaan juga menyatakan terus berinvestasi untuk meningkatkan keamanan di platform tersebut.

Terkait perlindungan terhadap data nasabah, KreditPlus selama ini sudah menerapkan sistem keamanan berlapis berupa kode one-time password (OTP).

Sebelumnya, beredar informasi di dunia maya sekitar 896.000 data nasabah KreditPlus diperjualbelikan di situs gelap, informasi yang diambil peretas berupa nama, KTP, email, kata sandi, nomor ponsel, data pekerjaan dan data keluarga penjamin.