Makro

Pemerintah Kucurkan Rp 30 Triliun Untuk Empat BUMN

Rabu, 24 Juni 2020 - 18:30 WIB

Penulis :

Redaksi
Tags : PANDEMI, COVID-19, HIMBARA, SRI MULYANI, ERCIK THOHIR
Pemerintah Kucurkan Rp 30 Triliun Untuk Empat BUMN
Jumpa pers Menkeu Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir di Istana Presiden, Rabu (24/6/2020). (foto ist)

Hukum & Bisnis (Jakarta) – Pemerintah akan menempatkan dananya di empat bank BUMN (Himbara) sebesar R 30 triliun. Keempat bank itu adalah Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Tabungan Negara (BTN).

Dana itu ditempatkan dengan mekanisme Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70/PMK.05/2020 tentang Penempatan Uang Negara Pada Bank Umum dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional. Yaitu, menggunakan mekanisme penempatan dana di deposito dengan suku bunga. Sama seperti yang diperoleh pemerintah saat ditempatkan di BI, yaitu 80% dari 7-Day Repo Rate Bank Indonesia.

“Suku bunga yang rendah ini diharapkan mampu mendorong bank Himbara melakukan langkah-langkah untuk mendorong sektor riil melalui kredit yang diberikan kepada para pengusaha, dan dengan tingkat suku bunga yang juga lebih rendah,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani , usai rapat kabinet  terbatas di Istana Presiden, Jakarta, Rabu (24/6/2020).

Bila langkah ini betul-betul bisa mendorong sektor riil, dana yang ditempatkan di bank umum tersebut juga bisa ditambah. “Bapak Presiden meminta kami berdua dan nanti didukung oleh BPKP untuk melihat penggunaan dana itu dalam mendorong sektor riil per tiga bulan,” tutur Sri Mulyani, didampingi Menteri BUMN Erick Thohir.

Sebelumnya, Sri Mulyani mengingatkan, penempatan dana pemerintah di bank umum ini tidak boleh digunakan untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) atau untuk transaksi valuta asing, melainkan khusus untuk mendorong ekonomi sektor riil.

Sementara itu, Erick Thohir menambahkan, penempatan dana pemerintah tersebut merupakan sebuah kepercayaan yang diberikan kepada BUMN sebagai penggerak sepertiga perekonomian nasional. Khususnya untuk korporasi, kata Erick, juga pasti itu menjadi bagian penting, asalkan mempunyai track record yang baik di perbankan dan merupakan industri padat karya.

“Insya Allah Kementerian BUMN bersama Himbara ingin memastikan pemulihan ekonomi berjalan dengan baik. Tentunya kami tidak berfikir untuk diri sendiri. Bahwa dipastikan apa yang sudah kita lakukan selama ini selalu memastikan UMKM yang ada di pedesaan dan perkotaan menjadi hal yang harus dipastikan agar bergulir kembali atau direlaksasi,” kata Erick. (ban)