Mangkrak, Grand Smesco Hills Akan Dijadikan Pusat Pelatihan

Oleh : Redaksi | Sabtu, 01 Agustus 2020 - 20:00 WIB

Mangkrak, Grand Smesco Hills Akan Dijadikan Pusat Pelatihan
MenkopUKM Teten Masduki (baju putih) dengan latar belakang Grand Smesco Hills di kawasan Puncak, Bogor, Jumat (31/7/2020) (foto humaskop/H&B)

Hukum & Bisnis (BOGOR) – Kementerian Koperasi dan UKM akan mengoptimalkan keberadaan Grand Smesco Hills yang berdiri di atas lahan  seluas 12 hektare (ha). Lokasinya ada di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Sebab saat ini penggunaannya kurang maksimal. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan, pihaknya akan membenahi manajemen Grand Smesco Hills, untuk dijadikan tempat pelatihan model bisnis.

“Manajemen mau kita benahi untuk dikembangkan menjadi tempat pelatihan design model bisnis, yang bisa menghidupi masyarakat sekitar,” tegas MenKopUKM Teten Masduki usai meninjau Grand Smesco Hills, di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/7/2020).

Ikut mendampingi Menkop antara lain; staf khusus MenkopUKM Riza Damanik, staf khusus MenKopUKM Fiki Satari dan Dirut Smesco Indonesia Leonard Theosabrata.

Menurut Teten, KemenKopUKM ingin memanfaatkan potensi daerah setempat, yaitu pertanian sayuran, buah-buahan dan pariwisata. Untuk itu, KemenkopUKM mengundang pengelola wisata, agar bersinergi dan bekerjasama memanfaatkan potensi daerah agar UMKM bisa bergerak.

“Kita sudah analisis, bahwa pertanian di sini tidak mengambil keuntungan. Kita lagi mencoba mensinergikan dengan pariwisata,” katanya.

Menteri Teten yang baru pertama kali mengunjungi Grand Smesco Hills tersebut sangat menyayangkan dengan tidak optimalnya pemanfaatan area 12 hektar itu. Ia mentargetkan, Oktober 2020 harus sudah ada konsep pengembangan pusat pelatihan.

“Sebelumnya belum dimanfaatkan optimal. Betul lihat saja mangkrak begini. Sayang, biaya perawatan mahal. Ini dicoba dioptimumkan paling tidak untuk menutup cost dan mendesign konsep baru UMKM,'' katanya. Rencananya Oktober harus ada konsep model bisnis pengembangan pusat latihan.

Sementara itu, Dirut Smesco Indonesia Leonard Theosabrata mengatakan, pihaknya akan mengembangkan Grand Smesco Hills sebagai pusat pendidikan dan latihan (pusdiklat) Loka Hejo yang akan digelar setiap triwulan. Ada tiga bidang yang bisa  menggerakkan meliputi 3 aspek, yaitu lokatani, lokasaji dan lokaseni. Hal tersebut menurut Leo, dilakukan untuk memaksimalkan penggunaan aset KemenKopUKM.

Leo menjelaskan, program tersebut dijalankan dengan harapan, dapat menjadi fasilitator untuk menghadirkan fasilitas maupun program berkelanjutan. Targetnya, kata Leo, ke depan produsen dan konsumen akan bertemu untuk menggerakkan perekonomian rakyat.

“Kita harapkan bisa menjadi fasilitator yang baik dengan menghadirkan semua fasilitas dan program yang berkelanjutan. Targetnya ke depan offtaker yang bisa ketemu petani penggarap yang suplaynya juga kecil, sehingga mereka tidak terjebak di mata rantai yang membuat mereka sengsara,” tambahnya.

Menurut Leonard, Smesco Indonesia berkomitmen menciptakan UMKM baru dan berkoperasi.  Mereka harus melalui proses dari awal, membuat produk, memasarkan dan akhirnya bisa menjadi pengusaha sukses.

Semuanya ujung-ujungnya menciptakan UMKM baru, yang sesuai dengan tupoksi KemenKopUKM. Nantinya kita pun akan ajak mereka untuk berkoperasi. Cuma diawalnya harus mulai dari awal dulu. Dari edukasi dulu, lama kelamaan baru kita ajarkan cara berproses, membuat produk, pemasaran bagaiman. Sampai menjadi pengusaha kecil, yang kita harapkan menjadi usaha menengah,” ujar Leo. (bs)