Survai BRI, Debitur KUR Mikro Kekurangan Modal

Oleh : | Kamis, 30 Juli 2020 - 21:42 WIB

Survai BRI, Debitur KUR Mikro Kekurangan Modal
undefined

Hukum & Bisnis (JAKARTA) Kepala Divisi Bisnis Mikro Bank BRI Made Antara Jaya menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan survei lapangan mengenai debitur (khususnya KUR Mikro) yang masih berjalan pada periode April-Mei 2020 namun kekurangan modal.

"Untuk itu, Bank BRI hadir dengan tujuan jangan sampai usaha mereka yang masih memiliki prospek bagus menjadi tenggelam," jelas Made.

Di Bank BRI, lanjut Made, ada produk yang dinamakan Kumpedes Bangkit, dengan maksimal kredit Rp25 juta, atau 20% dari plafon kredit yang sudah didapat sebelumnya. "Ibaratnya, mereka sudah memiliki piring, gelas, dan sendok, Bank BRI menambah dagingnya untuk diolah," papar Made.

Made menambahkan, Bank BRI sudah melakukan empat langkah dalam program PEN untuk UMKM. Pertama, program restrukturisasi debitur terdampak Covid-19 yang per Juni 2020 sudah menyalurkan sebesar Rp176,01 triliun, atau 26% dari total portofolio. Dengan total debitur sebanyak 2,8 juta pelaku usaha.

Rinciannya, untuk usaha mikro sebanyak 1,39 juta orang dengan outstanding Rp64 triliun. Sementara untuk yang KUR (ritel dan kecil) sebanyak 1,371 juta orang dengan outstanding Rp24,3 triliun. "Artinya, Rp88 triliun lebih dari total Rp176,01 triliun dinikmati UMKM dan debitur KUR," ungkap Made.

Langkah kedua yang sudah dilakukan Bank BRI adalah stimulus subsidi bunga KUR dan non KUR. Ketiga, implementasi dari PMK 70 tentang penempatan uang negara di bank-bank Hinbara dengan Bank BRI mendapat sebesar Rp10 triliun.

"Dalam satu bulan, kita sudah menyalurkan sebesar Rp24 triliun, atau 240% untuk 565 ribu debitur", kata Made. Rinciannya, untuk usaha mikro sebesar Rp18 triliun dan untuk usaha kecil Rp4,8 triliun. Keempat, lanjut Made, menjalankan program kredit Kumpedes Bangkit dan KMK Tangguh, dengan bunga dan persyaratan yang mudah dan ringan. "Kami menambah modal bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang terkena dampak Covid-19, namun tidak parah alias masih ada nafas usahanya. Jangan sampai mereka terpuruk," tukas Made.  (Gus)