Cina dan Pertikaian Negara Tetangga

Oleh : Dr. Mas ud HMN* | Kamis, 30 Juli 2020 - 19:46 WIB

Cina dan Pertikaian Negara Tetangga
KRI vs China Coast Guard di Laut Natuna. Inset: Dr Mas ud HMN

ARTIKEL ini ingin  mengangkat problem untuk kawasan di region Laut Cina Selatan (LCS). Pada intinya  tentang  bagaimana Cina memainkan  rencana dengan negara tetangga. Termasuk adanya  pertikaian  dengan India serta  negara lainnya seperti Indonesia.Vietnam,Malaysia dan Philipina.

Sekarang ini muncul   dalam pelbagai  agenda politik militer termasuk ekonomi. Misalnya   pendirian dan operasional  perusahaan.  Pada tingkatan yang tinggi dilaksanakan di perbatasan di diprlihatkan dalam bentuk show  eksebisi oleh Cina. Semua itu salah kafrah  dan  penuh provokasi, yaitu unjuk unggulan (over bearing ) pada  gilirannya  membawa  frustasi.

Timbul pertanyaan  fenomena apa ini dan apa gerangan  maksud dan tujuannya? Tulisan ini  ingin  mengangkat   fakta antara  India dan Cina dalam  persfektig dua negara bertetangga dalam isu  perdamaian  dan stabilitas  kawasan.

Pada tahun 1993 India  mengadakan  kesepakatan perbatasan  yang damai  dan  lalu lintas  dalam bentuk  pelibatan  team kerja  ahli meliputi  bidang  diplomatic serta  bidang  militer, Kelompok kerja  tersebut  disebut  Line of Actual Control (LCA). Mengingat  tidak  memadai tanpa  pasar, Cina  mengadakan  cara sendiri membuat peta mengklaim lebih luas  dari kerja sama LAC.

India memiiliki  persepsi  bahwa Cina  dengan perilaku  berekspansi tinggi. Terutama dipebatasan  yang  sangat panjang dan luas  hingga  meliputi luas  3.486  kilometer  Ini wilayah  perbatasan India dan Cina menurut  ketentuan LAC  Ini  merupakan  industry ekspansi Cina serta  kawalan kekuatan militer berhadapan dengan  negara tetangga. Ini menjad  akar  masaalah dimana  Beijing  mementingkan wilayahnya tanpa peduli. Karena itu  Cina  kehilangan unsur integritas di  wilayah  ini.

Seperti terjadi dimasa lalu Cina mengajukan  cara  atau taktik India dengan menyamakan  sektor  Laddakh.  Beijing memiliki  aktivitas  spanjang  Indo Cina  perbatasan dibawah perjanjian LAC Tahun  2916 dan 2018  militer Cina melakukan pelintasan  wilayah India  sebanyak  1 025 kali  dan  pada  tahun 2019  ada  pelintasan perbatasan sebanyak 663 kali.

Hal itu terus berulang  tanpa henti. Meski pihak India berusaha  mencari solusi  dalam bentuk dialog damai  serta  pertemuan  level tinggi  militer  antara India dan Cina. Tujuannya  dalam rangka menghentikan ketegangan  berkelanjutannya provokasi  geografis dimaksud.

Kecuali itu Cina kenyataannya   mempunyai  uji coba tersembunyi  penyesuaian  landasan menjarah  lahan  secara georafis, Pada  5 Mai 2020  terjadi insiden  di Landdakh Timur. Bagaimanapun juga di pegunungam Galwan  bagian  perbatasan Cina terjadi  peningkatan sasaran provokasi  pihak Cina terhadap pembangunan  sarana  jembatan penyeberangan wilayah India sungai Shyok.

Pembangunan  jembatan tersebut   masih berlansung  hingga  Maret 2020 dan  beberapa tempat  lain dibawah payung  kespakatan  LAC yang  tujuannya  membuat perubahan agar  situasi yang terjadi tidak berlanjut dengan tuntutan baru. Dalam pembangunan  Proyek LAC berusaha  dengan  memulai mobilisasi dari pasokan gabungan.termasuk didalamnya  pasukan udara  dari  ( projek PLA dan mengontrol  Aksai Chin  area.

Para pekerja Cina sering membuat kekeliruan yang dilakukan  oleh kepala project. Mereka  punya  station komando yang  significant  dalam  operasi kawasan. Juga terdapat  tempat training. Cina juga disertai  alat  yang  bisa  disampaikan lewat pengawasan  angkatan   pengawalan  yang memonitor pengamatan  dari udara  berdasarkan keperluan.

Ada pula  dibuat juga sarana sementara  berlokasi  Valley  Galwan di bagian wilayah India bersebelahan dengan LAC ini membrikan  kepastian bahwa  Cina berada  pada  sisi  yang  aman dan nyaman  dalam  kaitan ini ada struktur  mamadai sesuai dengan persepsi LAC. Yaitu satu  garis batas diperuntukkan membatasi pergerakan yang  berpotemsi  pertikaian  dengan peringatam dini.

Pada 15 Juni 2020 lalu tatkala pasukan militer India  meninjau lansung untuk janji yang dibuat Cina secara tatap nuka di kawasan Cina terjadi  tindak kekerasan jumlah besar  oleh pasukan Cina   Insiden  itu membawa korban.  India  kehilangam 20 serdadunya termasuk komandan pasukan India. Disana  biasanya  ada sering  papasan pasukan, tetapi  pada waktu itu pasukan Cina lebih banyak.

Dari sumber yang dapat dipercaya ada 40  hingga 50 pasukan Cina  meninggal dalm perkelahian tangan kosong  dan menjadi bukti prepared  atau siaganya  pasukan  India, Mereka  pergi untuk membicarakan sesuatu dengan serdadu Cina namun mereka dipukuli  dengan besi rantai, tongkat  dan  sebagainya. Hal itu diakui Cina.

Mulai 16 Juni, telah diadakan  pembahasan saling pengertian  dengan cara diplomatik kedua pihak menahan diri diiringi juga pertemuan ditingkat bawah antar komando pasukan India  telah  menyampaikan  protes  keras diplomatik  kepada Cina  atas  insiden tersebut. Cina  mencoba  merubah fakta dengan unsur  kekuatan, sementar  India ingin  menegaskan bahwa perilaku itu tidaklah pantas, dan seharusnya respek pada LAC agreement dan tidak seharusnya  berdasarkan kehendak sepihak.

Cina berhadapan dengan India dan berseberangan dengan LAC atas  insiden  Galwan dan menabrak garis  lintas  sungai diwilayah terotorial nya. India siap mepertahankan haknya.

Cina hanya ada pada  pendapat sendiri seraya  mengklaim   perbukitan Galwan  adalah  wilayah Cina, Cina selalu berpegang  pada  historical fhising  region  dan  nine dash line dua  agreement tidak diakui internasional, Itu  siasat  untuk posisi kepenntingan Cina belaka tetapi tidak  diterima oleh negara lain. Juga  media.

Bagaimanapun fakta lapangan  amat berbeda dengan klaim Cina membelokkan dan memanipulasi  fakta tersebut. Ini menjadikan perlawanan banyak pihak. Cina  memamerkan  superior  kawasan. Ini menjadi propaganda yang yang ditolak. Ini jelas sekali  adalah bentuk  pameran frustrasi.

Pada perang  1962 pasukan India  kekurangan amnuisi dan persenjataan pakaian dan setersusnya  New Delhi berperang  berbeda dengan  serdadu Cina. Pada tahun 1967 penyerbuan yang  sengit  dalam pertempuran Doklam Cina  melakukan kesalahan sendiri terpaksa  memilih  mundur.

Pada  pertempuran Golwan  Cina  melakukan  pukulan terhadap pasukan India diperbatasan.  Itu dulu Serdadu India kini  berbeda dengan dulu. India hari  ini memberi pesan pada  serdadu Cina untuk berpikir  matang. Tak mengulang  kesalahan untuk menyerang India.

Dalam persfektif stabilitas  kawasan Asia Selatan diperlukan  dialog dan  pendekatan diplomasi. Yaitu pihak bertikai mendahulukan prundingan damai. Menjauhkan provokasi militer.

 

 

*penulis  adalah anggota Lembaga Hubungan Kerjasama  Internasional Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

 

Baca Juga

Stakeholder Satisfaction

Sabtu, 01 Agustus 2020 - 19:04 WIB

Stakeholder Satisfaction
Hari Raya Qurban dan Kesalehan di Era Pandemi

Jumat, 31 Juli 2020 - 09:22 WIB

Hari Raya Qurban dan Kesalehan di Era Pandemi
Memperkuat PT PANN

Rabu, 29 Juli 2020 - 12:08 WIB

Memperkuat PT PANN
Covid-19: Dilema Kesehatan dan Ekonomi

Rabu, 29 Juli 2020 - 07:44 WIB

Covid-19: Dilema Kesehatan dan Ekonomi
Melawan Pelumpuhan DPR Dalam UU Corona No.2/2020

Selasa, 28 Juli 2020 - 15:54 WIB

Melawan Pelumpuhan DPR Dalam UU Corona No.2/2020
Mewaspadai  Cluster Covid-19  di Perkantoran

Rabu, 22 Juli 2020 - 19:00 WIB

Mewaspadai Cluster Covid-19 di Perkantoran