Jokowi Prioritaskan Tiga Proyek Dalam APBN 2021. Apa Saja?

Oleh : Redaksi | Selasa, 28 Juli 2020 - 20:51 WIB

Jokowi Prioritaskan Tiga Proyek Dalam APBN 2021. Apa Saja?
Menkeu Sri Mulyani Indrawati usai sidang kabinet, Selasa (28/7/2020) Foto kemenkeu.go.id/H&B)

Hukum & Bisnis (Jakarta) – Pemerintahan Presiden Joko Widodo menetapkan ada lima proyek prioritas yang dimasukkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021. Seperti diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, sebetulnya tiga proyek prioritas besarnya, namun ada dua tambahan sektoran.

Sri Mulyani menyebutkan ketiga proyek prioritas itu, yaitu, pertama, ketahanan pangan. Kedua, pembangunan kawasan industry. Ketiga, untuk konektivitas teknologi digital atau Information and Communication Technology (ICT).

Dalam sidang kabinet, Presiden memperlebar defisit 5,2% dari PDB lebih tinggi lagi. Maka, kata Menkeu, kita akan memiliki cadangan belanja Rp179 triliun. Oleh Presiden, dana cadangan itu akan dipakai untuk membiayai tiga proyek itu.

“Presiden akan memprioritaskan belanja yaitu pertama ketahanan pangan, kedua pembangunan kawasan industri yang didukung infrastruktur, ketiga untuk ICT agar konektivitas teknologi digital bisa ditingkatkan dan dimeratakan di seluruh Indonesia. Kemudian  pendidikan dan kesehatan terutama untuk penanganan covid pasca tahun 2020," kata Menkeu saat memberikan keterangan kepada pers usai sidang kabinet terbatas bertajuk Rancangan Postur APBN 2021, Selasa (28/7/2020).

Sidang kabinet terbatas khusus membahas RAPBN 2021 dipimpin angsung oleh Presiden Joko Widodo dari Istana Bogor. Rencananya, RAPBN 2021 itu akan disampaikan Presiden Jokowi dalam Sidang Paripurna DPR RI dengan agenda penyampaian Nota Keuangan RAPBN 2021, pada 14 Agustus 2021 di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat. (ban)