Mulai 7 Juli, Ojek Online Depok Boleh Angkut Penumpang Lagi

Oleh : Redaksi | Selasa, 07 Juli 2020 - 21:00 WIB

Mulai 7 Juli, Ojek Online Depok Boleh Angkut Penumpang Lagi
Walikota Depok Muhamamd Idris memegang naskah Pakta Integritas yang ditandatangani operator ojol dan konsumen, Selasa (7/7/2020) sebagai tand diboehkan ojol mengangkut penumpang. (foto ist/H&B)

Hukum & Bisnis (Depok) –  Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mulai hari ini, Selasa (7/7/2020) memperbolehkan ojek online (ojol) kembali mengangkut penumpang, kecuali di wilayah zona merah atau masuk kategori Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS). Di antara yang masih masuk zona merah itu adalah RW.2 Cilangkap, RW.5Bedahan, dan RW.8 Mekarjaya.

Keputusan itu ditandai dengan penandatanganan pakta integritas oleh perwakilan operator ojol yang ada di Depok, juga konsumen ojol. "Beberapa protokol kesehatan sudah menjadi komitmen bersama yang wajib dipatuhi. Maka kami ingatkan untuk beroperasi pada area yang diperbolehkan di luar wilayah PSKS," tutur Wali Kota Depok Mohammad Idris.

Dia berpesan kepada para penumpang untuk menggunakan helm sendiri. Selain juga tetap menjaga protokol kesehatan saat menggunakan ojol. “Penularan Covid-19 dapat terjadi di mana saja, komitmen menerapkan protokol kesehatan adalah kewajiban dan kebutuhan setiap pribadi, untuk itu mari saling menjaga di antara kita," tegasnya.

Isi Pakta Integritas

Adapun untuk ketentuan bagi aplikator ojol di antaranya:

- sanggup melakukan pengaturan sistem aplikasi khusus area yang diperbolehkan,

- sanggup menyiapkan alat pembatasan antara penumpang dan pengemudi.

- sanggup melakukan pengawasan terhadap mitra,

- sanggup menyiapkan sistem yang dapat mengubah kendaraan yang semula roda dua menjadi roda empat bila tujuan penumpang merupakan zona merah,

- sanggup menyiapkan pelindung rambut (haircap) bagi pengguna ojek online.

- sanggup menyiapkan check point kesehatan di beberapa tempat dengan menyediakan disinfektan, hand sanitizer, dan pengukur suhu, dan hasil pemeriksaan dapat ditampilkan dalam aplikasi.

- sanggup membersihkan motor dengan disinfektan, dan sanggup beroperasi pada area yang diperbolehkan atau di luar zona merah.

Bagi mitra atau penumpang ojol, ketentuannya antara lain:

-   dalam keadaan sehat dan tidak terdaftar sebagai kasus positif, Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan Pasien Dalam Pengawasan (ODP),

-   sanggup menerapkan protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, sarung tangan, jaket lengan panjang, dan hand sanitizer.

-   Harus menggunakan pembatasan antara pengemudi dan penumpang.

-   sanggup menggunakan helm dan membersihkan dengan disinfektan,

-   sanggup menyediakan pelindung rambut (haircap).

Di masa pandemi covid-19 ini, Pemkot Depok masih pada masa tahap Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional tahap II, yaitu memperbolehkan menambah kegiatan sosial dan ekonomi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Wali Kota Mohammad Idris mengatakan, beberapa tambahan aktivitas kegiatan sosial ekonomi yang diperbolehkan, di antaranya posyandu, wisata alam, bioskop dengan kapasitas maksimal 30%. Selain itu diperbolehkan juga buka salon, barber shop, seminar, lokakarya, bimtek, diklat dengan kapasitas maksimal 30 orang, pertemuan keagamaan dengan peserta maksimal 50% dari kapasitas ruangan, ujian masuk perguruan tinggi, ojek online membawa penumpang, dan lain-lain.

"Seluruh aktivitas tersebut dilaksanakan dengan pengaturan dan protokol kesehatan yang telah ditentukan," katanya. (bs)