Covid-19, BNI Prioritaskan Dana Rp15,04 Triliun Untuk Padat Karya

Oleh : Redaksi | Rabu, 01 Juli 2020 - 16:41 WIB

Covid-19, BNI Prioritaskan Dana Rp15,04 Triliun Untuk Padat Karya
stand BNI dalam satu pameran (ist)

Hukum & Bisnis (Jakarta) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk siap menyalurkan dana yang berasal dari penyertaan pemerintah sebesar Rp 15,04 triliun ke sektor padat karya dalam tiga bulan ke depan. BNI juga menargetkan kenaikan kredit sebesar 4%.

Direktur Utama BNI Herry Sidharta mengatakan, perseroan akan memprioritaskan sektor padat karya untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi seiring dengan pembukaan pembatasan sosial skala besar (PSBB). BNI menilai masa transisi menjadi kesempatan bagi perseroan untuk mempercepat pertumbuhan kredit pada kuartal III dan kuartal IV.

“Perseroan memproyeksi pertumbuhan kredit pada tahun ini tidak terlalu tinggi, yakni akan berada pada kisaran 4 persen, akibat penyebaran virus corona yang melemahkan sendi perekonomian,’’ kata Herry saat menyampaikan keterangannya, Rabu (1/7/2020).  

Yang terang, Herry optimistis, selama masa pandemi covid-19 ini kredit macetnya masih kecil. Hingga Mei 2020, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) BNI masih di bawah 3% dengan nilai Rp12 triliun. “Saya tidak begitu hafal 2 koma berapa, masih di bawah 3% [NPL],” tuturnya.

Karena itu, dia berharap, upaya menggenjot pertumbuhan kredit, perseroan juga tetap mempertimbangkan kualitas kredit. Kebijakan restrukturisasi dan penyaluran pembiayaan yang terkontrol menjadi langkah BNI untuk menjaga kualitas kredit. Menurutnya, adanya sistem digitalisasi akan mempermudah penilaian kredit. Nasabah-nasabah UMKM nantinya tidak hanya akan diberikan pinjaman tetapi juga pendampingan untuk menjaga risiko kredit.

Apalagi, pemerintah telah menyiapkan eksostem penjaminan kredit UMKM melalui Jamkrindo dan Askrindo sehingga akan memberikan kepercayaan diri bagi bank untuk menyalurkan kredit di sektor tersebut. “Pemerintah sudah siapkan semua sistemnya, jadi pemerintah sudah keluarkan ekosistem untuk bantu bank lebih confindence membantu UMKM karena potensi UMKM hampir 50 juta lebih,” katanya.

Selain sektor padat karya, BNI juga akan menyalurkan kreditnya ke sektor transportasi. Tanpa transportasi, kata Herry, bisnis  tidak akan jalan dan ini yang perlu yang kami harapkan segera dilakukan. (bs)