Transformasi Digital UMKM Jadi Solusi di Tengah Pandemi

Oleh : Redaksi | Selasa, 30 Juni 2020 - 09:00 WIB

Transformasi Digital UMKM Jadi Solusi di Tengah Pandemi
MenkopUKM Teten Masduki

Hukum & Bisnis (Jakarta) - Sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan sektor yang paling terdampak akibat pandemi virus Covid-19. Banyak pelaku UMKM yang kehilangan pendapatan, tidak bisa mencicil pembiayaan, hingga gulung tikar karena berkurangnya pendapatan. 

Hukum & Bisnis (Jakarta) - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam Dialog Webinar dengan tema Resep UMKM Kuliner Bangkit Bersama GoFood, di Jakarta, Senin (29/6/2020) kemarin, menyatakan, ada sejumlah UMKM yang bisa memanfaatkan peluang untuk bertahan dan tumbuh, yaitu yang sudah terhubung dengan marketplace online melalui sistem digital. Teten menjelaskan, kebijakan yang diterapkan pemerintah, membuat masyarakat berbelanja secara online. Namun demikian, menurut Teten, UMKM yang terhubung melalui sistem digital masih relatif kecil, yaitu hanya 13 persen atau sekitar 8 juta pelaku UMKM. Sementara 87 persen UMKM masih mengandalkan offline.

Dari data penjualan e-commerce di Bank Indonesia, bulan lalu meningkat 18 persen. Bahkan Katadata mencatat lebih besar lagi, hampir 2 kali lipatnya. Kenapa bisa meningkat, karena ada kebijakan sosial distancing, PSBB WFH, orang akhirnya belanja lewat online. Sayangnya baru 13 persen, masih sedikit, atau sekitar 8 juta; 87 persennya masih offline.

Untuk itu Kementerian Koperasi dan UKM mendorong percepatan transformasi digital bagi pelaku UMKM. Teten menjelaskan, UMKM yang bertahan diharuskan melakukan adaptasi bisnis dan melakukan inovasi produk, menyesuaikan dengan permintaan pasar.

“Banyak yang banting setir dengan kebutuhan makan minuman, kebutuhan pokok, termasuk kebutuhan pribadi, minuman herbal, alat kesehatan termasuk keperluan di rumah. Ini yang bisa bertahan. KemenKopUKM sejak awal membantu adaptasi bisnis,” katanya.

Ke depan, menurut Teten, perilaku konsumen akan mementingkan barang konsumsi, terutama makanan dan minuman yang bersih dari Covid-19. Sehingga kemasan dan pengolahan higenis menjadi sangat penting. Untuk meningkatkan semua itu pihaknya akan menjalin kerja sama dengan market online melalui pelatihan-pelatihan, agar semakin banyak pelaku UMKM yang dapat memperluas akses market. Menurutnya, digitalisasi akan mendorong bisnis menjadi lebih efisien serta akses pembiayaan akan menjadi lebih mudah. Ia juga berharap GoFood bisa membangun “rumah produksi“ agar UMKM bisa bersaing dengan pebisnis besar.

“Ke depan, rekam digital akan menjadi pertimbangan untuk mengajukan pembiayaan. Seperti GoFood, yang bermitra dengan UMKM, dengan cash flow yang jelas. Data inilah yang akan memudahkan bank untuk mempertimbangkan dan memberikan pembiayaan. KemenKopUKM sudah lama punya ide untuk mendirikan rumah produksi bersama. Kenapa hal ini penting, karena UMKM dalam negeri harus bisa bersaing dengan memanfaatkan e-commerce. GoFood bisa memulai dengan membangun dapur bersama, yang dapat membantu mitranya, yaitu pelaku UMKM, agar lebih meringankan biaya produksinya.” Jelasnya. (Gus)