Tiga Menteri Ditugasi Kawal Program Food Estate

Oleh : Redaksi | Senin, 29 Juni 2020 - 21:00 WIB

Tiga Menteri Ditugasi Kawal Program Food Estate
Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono meninjau lahan bahan proyek Food State di Kabupaten Pulangpisau, Kalteng, 14 Juni 2020.

Hukum & Bisnis (Jakarta) – Proyek Food Estate sebagai program ketahanan panan nasional sudah diketok palu di rapat Kabinet Kerja II di Istana Presiden. Dan Presiden Joko Widodo menunjuk tiga orang menteri untuk mengawalnya. Ketiga menteri itu adalah Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dan Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, ia mendapatkan tugas dari Presiden untuk mendukung program ketahanan pangan bersama dua menteri lain dalam usaha untuk menciptakan kawasan food estate yang akan menjadi sentra baru ketahanan pangan nasional. “Dan Presiden akan meninjau langsung proyek ketahanan pangan nasional yang rencananya akan tersentra di Kalimantan Tengah,” kata Basuki dalam jumpa pers di Pressroom Istana Kepresidenan, Senin (29/6/2020).

Tahun ini, kata Basuki, Kementerian PUPR mendesain rehabilitasi jaringan irigasinya untuk 165 ribu hektare itu. Tahun depan mulai menggerakkan kalangan BUMN. Menhan juga termasuk untuk bisa ikut karena menurut beliau, ini adalah program ketahanan nonmiliter," kata Basuki.

Bersama Basuki, Menteri BUMN Erick Thohir mengaku telah menyiapkan sejumlah rencana yang akan melibatkan seluruh instansi terkait. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan sejumlah rencana taktis dan strategis agar food estate di Kalimantan Tengah bisa segera rampung.

"Kami optimistis dengan sinergi yang melibatkan seluruh instansi untuk membangun food estate akan memiliki kontribusi besar dalam menciptakan ketahanan pangan. Dan ketahanan pangan adalah salah satu hal paling penting yang terkait langsung ketahanan dan kedaulatan negara," ujar Erick.

Pada kesempatan itu Erick menyatakan, sejak awal pemerintah berikhtiar agar bangsa ini memiliki kedaulatan pangan. Dengan sumber daya alam yang dimiliki, Indonesia mesti mampu memenuhi ketersediaan pangannya.

Selain itu, Erick mengapresiasi kinerja Kementerian Pertanian yang terbukti mampu meningkatkan produksi pertanian dalam negeri termasuk peningkatan produksi bawang putih. "Dengan usaha keras yang dilakukan bersama, tugas besar kita bersama agar bangsa ini mampu memproduksi kebutuhan pangannya sendiri dan tidak tergantung dengan impor," kata Erick.

Sebelumnya, lima menteri sudah meninjau kawasan peruntukan food state tersebut dibekas proyek lahan gambut (PLG) di Kabupaten Pulangpisau, Kalteng. Mentan Syahrul Yasin Limpo ke sana 11 Juni 2020. Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono baru tiga hari kemudian (14/6/2020). Sedangkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri ATR/BPN Sofjan Djalil berkunjung ke Pulangpisau pekan lalu (27/6/2020). (bs)