UMKM Bangka Siap Ekspor 12 Ton Lidi Nipah ke Nepal

Oleh : Redaksi | Sabtu, 27 Juni 2020 - 16:46 WIB

UMKM Bangka Siap Ekspor 12 Ton Lidi Nipah ke Nepal
Gubernur Bangka Belitung meninjau sentra lidi nipah di desa Kota Kapur, Pangkalpinang, Sabtu (27/6/2020)

Hukum & Bisnis (PANGKALPINANG) – Pandemi covid-19 tak menyurutkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terus berkarya. Itulah yang dilakukan para UMKM di Desa Kota Kapur, Bangka Belitung. Alhasil, mereka siap mengekspor mengekspor lidi nipah ke Nepal.

Ekspor perdana 12 ton. "Kami mengapresiasi warga Desa Kota Kapur yang berinovasi menjadikan lidi pohon nipah sebagai produk ekspor," kata Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman Djohan di Pangkalpinang, Sabtu (27/6/2020).

Erzaldi mengatakan selama ini potensi ribuan pohon nipah ini yang tumbuh di sepanjang sungai, pantai dan kawasan rawa-rawa belum dimanfaatkan oleh masyarakat dalam meningkatkan perekonomian keluarga. "Kita bersyukur warga Desa Kota Kapur, Kabupaten Bangka, ini bisa membuat alternatif mata pencaharian baru dan diharapkan pengemasan dibuat menjadi lebih rapi," ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Babel, Elfiayana, seperti dikutip Antara,  menambahkan, pemerintah provinsi akan menjadikan Kota Kapur sebagai sentra penjualan lidi nipah, karena desa ini adalah daerah pencetus lidi nipah. Tahun lalu, Dinas Koperasi dan UMKM Babel telah melaksanakan pelatihan melalui dana DAK nonfisik dari Kementerian Koperasi. Peserta pelatihan para petani dan nelayan untuk memproduksi lidi nipah. Tahun ini mereka sudah mulai mengekspor 12 ton ke Nepal.

Menurut dia pelatihan ini sebagai langkah pemerintah mempersiapkan para petani dan nelayan untuk beralih kepada potensi lain, yaitu lidi nipah. “Setelah pelatihan, mereka langsung produksi, setelah kami kurasi ternyata hasil mereka baik, dan semangat dari masyarakat untuk dapat memproduksi lidi sangat baik,” ujarnya.

Jafri, seorang tokoh Desa Kota Kapur, menjadi koordinator para petani dan nelayan. Dia mengimbau agar permasalahan harga dapat diatur sedemikian rupa untuk kesejahteraan masyarakat, selain itu juga dapat diberikan kemudahan dalam hal perizinan. “Kami minta tolong pemerintah untuk memberikan kemudahan dalam perizinan, dan juga dapat mengatur harga yang bagus untuk ekspor. Kami pun berharap mendapatkan bimbingan dari dinas koperasi dan UMKM, mengingat SDM masih minim,” ujarnya. (bs)