Kemenkeu Tak Toleransi Pejabatnya yang Terlibat Impor Ilegal

Oleh : Redaksi | Kamis, 25 Juni 2020 - 21:04 WIB

Kemenkeu Tak Toleransi Pejabatnya yang Terlibat Impor Ilegal
Video conference Wamenkeu Suahasil Nazara soal impor tekstil ilegal yang melbatkan pejabat Kemenkeu (foto kemenkeu)

 

Hukum & Bisnis (Jakarta) – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan tetap berkomitmen menjaga integritas dan profesionalitas seluruh staf dan institusi Kemenkeu. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan, komitmen Kemenkeu adalah tidak memberikan toleransi atau zero tolerance untuk siapapun staf Kemenkeu yang mencoba menyalahgunakan wewenangnya dan menciderai nilai-nilai Kemenkeu.

Sebelumnya, pada Rabu (24/6/2020), Kejaksaan Agung (Kejakgung) menetapkan empat pegawai Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai dan seorang pengusaha sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi impor tekstil ilegal yang masuk melalui Batam. Untuk penanganan kasus ini, Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenkeu dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) bekerja sama dan menjalin koordinasi yang erat dengan Kejakgung.

“Kepada seluruh staf Kementerian Keuangan untuk tetap menjalankan tugasnya dengan benar, dengan baik, maka Anda dilindungi oleh peraturan perundang-undangan yang ada dalam menjalankan tugas. Namun, pastikan bahwa tidak ada conflict of interest, tidak ada penyalahgunaan wewenang yang dilakukan karena kalau itu yang terjadi memang Kemenkeu memiliki zero tolerance,” tegas Wamenkeu dalam Konferensi Pers Penanganan Perkara Pelanggaran Impor Tekstil di Batam secara video conference pada Kamis (25/6/2020).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bea dan Cukai (Dirjen BC) Heru Pambudi menjelaskan, pihaknya siap berkoordinasi dalam upaya penyidikan dengan Kejakgung. Yaitu, melalui pertukaran hasil digital forensik dan peminjaman tersangka. "Kami sinergi dengan aparat penegak hukum lain, khususnya dalam kasus ini dengan penyidik Kejakgung," kata Heru.

Sedangkan, Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenkeu Sumiyati mengatakan terbongkarnya kasus itu setelah adanya pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan adanya perbedaan jumlah dan jenis tekstil. “Kemudian kami meningkatkan menjadi penyidikan pada 6 April dan 20 April. Ditjen Bea Cukai melakukan penangkapan dan penahanan tersangka. Sampai saat ini penyidikan masih berlangsung,” katanya. (bs)