Penerimaan Pajak Tumbuh Kontraksi 9,2%

Oleh : Ade Maulidin | Kamis, 25 Juni 2020 - 08:10 WIB

Penerimaan Pajak Tumbuh Kontraksi 9,2%
Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak

Hukum dan Bisnis (Jakarta) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan pertumbuhan penerimaan pajak tahun ini akan mengalami kontraksi 9,2%. Hal ini tertekan dengan asumsi yang tertuang di dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 tahun 2020 yang mengalami pertumbuhan negatif 5,4%.

“Rata-rata realisasi pertumbuhan penerimaan perpajakan dalam lima tahun terakhir sudah cukup rendah yaitu di kisaran 6,2%,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu dalam rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Rabu (24/6/2020).

Dua penyebab tekanan terjadi dalam penerimaan perpajakan yaitu pertama, perekonomian yang sedang sakit akibat akibat banyak kegiatan usaha yang harus berhenti. Kedua, pemerintah menggelontorkan anggaran belanja untuk membantu sektor usaha.

"Kalau kita berada di minus 9,2 persen outlok 2020, itu harapannya mencerminkan kondisi di mana pemeritnah berusaha untuk hadir," ucapnya. 

Pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp 95,2 triliun untuk penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019/Covid-19 (Virus Korona). Dari dana itu sebesar Rp203,9 triliun dialokasikan bagi program perlindungan sosial sebesar Rp203,9 triliun.

Pemerintah memberikan untuk sektor kesehatan sebesar Rp87,55 triliun, insentif usaha sebesar Rp120,61 triliun, dan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar Rp123,46 triliun. 

Kemudian, pembiayaan korporasi sebesar Rp53,57 triliun dan dukungan sektoral kementerian/lembaga serta pemerintah daerah (pemda) sebesar Rp106,11 triliun.

Outlook pendapatan negara turun menjadi sebesar Rp1.699,1 triliun dari sebelumnya Rp1.760,9 triliun. Pendapatan dari sektor perpajakan yakni Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) turun menjadi sebesar Rp1.404,5 triliun dari sebelumnya Rp1.462,6 triliun. 

Untuk penerimaan negara bukan pajak (PNBP) menjadi Rp294,1 triliun. Dengan begitu total pendapatan dalam negeri menjadi Rp1.698,6 triliun dan hibah Rp0,5 triliun.

Anggaran belanja negara mengalami kenaikan menjadi Rp2.738,4 triliun dari sebelumnya Rp2.613,8 triliun dan anggaran transfer daerah dan dana desa (TKDD) naik menjadi Rp763,9 triliun dari sebelumnya Rp762,7 triliun. (mam)