Awas, Asuransi Mobil Pribadi Bisa Gugur Jika Buat Taksi Online

Oleh : Redaksi | Senin, 22 Juni 2020 - 10:20 WIB

Awas, Asuransi Mobil Pribadi Bisa Gugur Jika Buat Taksi Online

Hukum & Bisnis (Jakarta) - Ini peringatan bagi pemilik mobil baru. Yaitu soal manfaat asuransi kendaraan bermotor. Manfaat asuransi bisa gagal jika terjadi perubahan peruntukan.

Asuransi mobil pribadi bisa gugur bila kendaraan dijadikan taksi online. Sebab, mobil telah beralih fungsi menjadi kendaraan komersial.

Kepala Komunikasi, Event, dan Service Management PT Asuransi Astra,  mengatakan banyak pemilik mobil yang mengalihfungsikan mobil pribadinya menjadi taksi online untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

"Namun bagi Anda pemilik asuransi mobil juga perlu berhati-hati jika hendak mengalihfungsikan mobil pribadi Anda menjadi taksi online," katanya.

Yang penting adalah adanya perubahan fungsi itu harus segera dilaporkan kepada pihak asuransi. JIKA tidak, klaim asuransi akan memiliki risiko ditolak bila sewaktu-waktu terjadi kecelakaan. 

Biasanya pemilik mobil yang membeli secara kredit telah sepaket dengan asuransi mobil, namun dalam paket tersebut mobil yang dibeli masih terdaftar sebagai mobil pribadi.

Laporan pemilik mobil ke pihak asuransi diperlukan, karena jika pemilik mobil tidak melaporkan kepada pihak asuransi, pemilik mobil akan dianggap ingkar janji karena menggunakan kendaraan di luar perjanjian awal yang tercantum pada polis.

"Ini sesuai dengan aturan di dalam Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) yang menyatakan bahwa perlindungan asuransi akan gugur jika disebabkan penggunaan selain dari yang dicantumkan dalam polis," kata Iwan dalam penjelasan tertulis pekan lalu di Yogyakarta. 

Iwan menjelaskan meski sama-sama digunakan, pengalihfungsian mobil pribadi menjadi taksi online atau dalam bentuk apapun untuk menerima balas jasa dianggap lebih berisiko dibandingkan hanya dengan pemanfaatan untuk mobil pribadi.

'Salah satu sebabnya adalah frekuensi penggunaan untuk tujuan komersial yang lebih tinggi, sehingga berbagai risiko kerugian yang mungkin terjadi pun jadi semakin besar," kata Iwan.

Ia mengingatkan agar pemilik asuransi mobil jangan sungkan mengonsultasikan setiap perubahan kecil yang ingin dilakukan pada mobilnya, agar ketika terjadi peristiwa yang tidak diinginkan, proses klaim kerusakan dapat dilakukan dengan lebih mudah. (bs/ant)

Baca Juga